Undangan ke Baitullah (4)


 
  Keistimewaan Mesjid Nabawi (dari berbagai sumber : pribadi ,rumahallah, republika, saibah, kisahmuslim)

Sejarah mesjid nabawi

Pada awalnya masjid ini masih berukuran kecil sekitar 1050m2, tiangnya masih pakai batang pohon kurma dan penerangannyapun masih memakai pelepah kurma yang dibakar. Tetapi seiring berkembangnya zaman dan waktu, masjid ini sering mengalami perbaikan beberapa kali sehinga semakin indah dan luas.

Saat ini luas Masjid Nabawi telah mencapai 98.000m2.Luas ini diyakini sama dengan luas kota Madinah di masa Rasulullah SAW. Dan karenanya, masjid ini dapat menampung kira-kira 2 juta jamaah, Subhanallah!

Masjid Nabawi sekarang benar-benar dibangun dengan arsitektur yang modern dan teknologi yang canggih. Bangunan ini memiliki 27 ruangan terbuka berukuran 18x18m untuk pengaturan udara. Terdapat juga 9 buah atap masjid berbentuk kubah yang dapat membuka dan menutup secara otomatis, kubahnya juga memiliki hiasan relief yang indah.

Masjid ini mempunyai 10 buah menara yang indah, dipuncak setinggi 104m terdapat ornament bulan sabit yang dilapisi emas asli. Untuk memanjakan jamaah Masjid Nabawi dibangun satu unit AC central raksasa di sebelah barat masjid. Hawa dingin AC tersebut lalu disalurkan lewat pipa bawah tanah ke seluruh penjuru masjid melalui pilar yang berjumlah 2.104 buah.


Terdapat 95 pintu berlapis perunggu, tapi ada yang mengatakan bersaput emas. Kalau pengamatan saya, sepertinya dari perunggu karena ada noda kehitaman pada ulir tulisannya.

Masjid Nabawi adalah masjid yang dibangun dengan landasan ketakwaan. Di antara keutamaan masjid ini adalah dilipatgandakannya pahala shalat di dalamnya. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
صَلَاةٌ فِي مَسْجِدِي هَذَا أَفْضَلُ مِنْ أَلْفِ صَلَاةٍ فِيمَا سِوَاهُ، إِلَّا الْمَسْجِدَ الْحَرَامَ
 
Shalat di masjidku ini lebih utama dari 1000 kali shalat di masjid selainnya, kecuali Masjid al-Haram.” (HR. Bukhari dan Muslim)
 
 
 
Alasan-alasan inilah yang menunjukkan bahwa berziarah ke Masjid Nabawi memiliki arti sangat penting. Jika shalat sekali di Masjid Nabawi itu sama dengan shalat seribu kali di masjid lain maka shalat arbain (shalat 40 kali secara berjamaah di Masjid Nabawi) itu bisa disamakan dengan dengan shalat 40.000 kali di masjid lain atau selama 24 tahun.
foto : dok.pribadi
Mengingat pahala yang sangat besar inilah Rasulullah SAW menganjurkan umatnya untuk melakukan shalat arbain di masjidnya. Orang yang ingin mengerjakannya hanya membutuhkan 8 hari saja.
Namum berziarah ke Mesjid Nabawi bukanlah merupakan rukun umrah. Hanya kita merasakan betapa dekatnya kita dengan nabi Muhamad ketika memasuki mesjid ini. Hati terasa tentram, damaai dan begitu dekat dengan rasulullah. Karena disalah satu tempat di perluasan mesjid ini adalah makan nabi Muhammad, makam sahabat beliau Abu Bakar, dan Umar bin Khatab. Letaknya berada di bekas kamarnya Aisyah RA.
 
Bagi jamaah wanita waktu untuk berkunjung ke Raudhah yaitu ruang antara rumah kediaman nabi dengan mimbar, terbatas.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

 

مَا بَيْنَ بَيْتِي وَمِنْبَرِي رَوْضَةٌ مِنْ رِيَاضِ الْجَنَّةِ وَمِنْبَرِي عَلَى حَوْضِي

 

Antara rumahku dan mimbarku ada taman dari taman-taman surga, dan mimbarku di atas telagaku.” (HR. al-Bukhari dan Muslim).


Awalnya Nabi berkhutbah di atas potongan pohon kurma kemudian para sahabat membuatkan beliau mimbar, sejak saat itu beliau selalu berkhutbah di atas mimbar. Dari Jabir radhiallahu ‘anhu bahwa dulu Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam saat khutbah Jumat berdiri di atas potongan pohon kurma, lalu ada seorang perempuan atau laki-laki Anshar mengatakan, ‘Wahai Rasulullah, bolehkah kami membuatkanmu mimbar?’  Nabi menjawab, ‘Jika kalian mau (silahkan)’. Maka para sahabat membuatkan beliau mimbar. Pada Jumat berikutnya, beliau pun naik ke atas mimbarnya, terdengarlah suara tangisan (merengek) pohon kurma seperti tangisan anak kecil, kemudian Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mendekapnya. Pohon it uterus ‘merengek’ layaknya anak kecil. Rasulullah mengatakan, ‘Ia menagis karena kehilangan dzikir-dzikir yang dulunya disebut di atasnya’.” (HR. Bukhari)
foto raudhah: http://hajimabrurbarokah.com/foto-foto-raudhah-dan-tips-masuk-ke-raudhah-di-mesjid-nabawi/

 
 
 
 
 
 
 
 
Untuk dapat berkunjung ke Raudhah , dibagi aas beberapa tingkatan, kelompok negara asal dan jamnya. Biasanya jamah wanita Indonesia mendapat giliran dari pintu 25 waktu Dhuha dan jam 11 malam. Berbeda dengan jamaah laki-laki yang dapat masuk dari beberapa pintu

Perilaku jamaah berbeda-beda, ada yang menangis meratapi dinding pembatas, ada yang meratap sambil berdoa. Sepertinya jamaah dari asia tenggara ini yang kalem dan sopan. Kami berdoa dalam hati dan hanya bahu saja yang berguncang-guncang betapa haru birunya perasaan ketika berada disisi makam manusia agung ini. Bukti bahwa nabi itu benar adanya.

Shalat disini berdesak-desakan. Harus sabar mengantri dan tetap menjaga berada dalam kelompok. Dapat satu badan untuk sujud saja sudah bersyukur. Jika mendapat giliran diatas jam 11 malamShalat yang dapat dilakukan paling Tahayat mesid kalau beruntung dapat dilanjutkan dengan Tahajut. . Sedangkan jika dapat giliran jam 8 sampai siang, dapat dilanjutkan dengan shalat Dhuha

Keadaan Makam Nabi

Makam Nabi Muhammad pun dijaga oleh seoang beberapa penjaga yang disebut askar. Para askar berdiri dengan gagah di depan makam untuk mencegah perbuatan-perbuatan yang tidak sesuai dengan ajaran Islam, seperti menangis atau salat di depan makamnya.
foto makam nabi sumber mesjid nabawi
 
Askar juga akan mengatur para jamaah yang ingin berziarah agar berjalan dengan tertib dan nyaman. Bagi jamaah yang datang ke makam Nabi Muhammad, cukup dengan salam dan berdoa saja. Anda juga bisa melihat makamnya dari sela-sela pagar yang tinggi. Makam Nabi Muhammad bisa didatangi setiap harinya selama 24 jam
 
 
 
 
 
 
 
Makam Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menghadap kiblat kemudian di belakang beliau (dikatakan di belakang karena menghadap kiblat) terdapat makam Abu Bakar ash-Shiddiq dan posisi kepala Abu Bakar sejajar dengan bahu Nabi. Di belakang makam Abu Bakar terdapat makam Umar bin Khattab dan posisi kepala Umar sejajar dengan bahu Abu Bakar. Di zaman Nabi kamar beliau berdindingkan pelepah kurma yang dilapisi dengan bulu. Kemudian di zaman pemerintahan Umar bin Khattab dinding kamar ini diperbaiki dengan bangunan permanen.
Ketika Umar bin Abdul Aziz menjadi gubernur Madinah ia kembali merenovasi kamar tersebut, lebih baik dari sebelumnya. Setelah dinding tersebut roboh dan menyebabkan kaki Umar bin Khattab terlihat (kemungkinan roboh karena faktor alam sehingga tanah makam tergerus dan kaki Umar menjadi terlihat), Umar bin Abdul Aziz kembali membenahinya dengan bangunan batu hitam. Setelah itu diperbaiki lagi pada tahun 881 H.
(bersambung)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar