Terjadi


Berita yang sebenarnya sudah ada dalam prediksi. Yups,...masalah papa yang hobi menaiki sepeda motor jika kemana-mana.  Terjadilah kecelakaan itu.
Oma yang sudah 75 tahun, dan sedang bersiap berangkat ke rumah kami di Pekanbaru, dengan suara gemetar menahan tangis mengabarkan baru saja ditelpon pegawai Puskesmas Matur,  bahwa papa kecelakaan , saat ini tidak sadarkan diri. Aku termangu, sesaat berpikir, jangan-jangan penipuan. Aku coba konfirmasi ke nomor papa, dijawab oleh perawat Puskesmas , benar, terjadi...papa harus dikirim ke RS . Bukittinggi.dari Bukittinggi dirujuk ke rumah sakit M.Jamil Padang.
Berbagai pikiran buruk membayangi,...dada ini sesak,....air mata tidak menyelesaikan masalah,...tapi sedikit melegakan ,  telah meluapkan kepengapan.
Jam 3 sini hari kami sampai Di Padang, papa terbaring dengan selang infus dan pernafasan. Distatus tertulis tingkat kesadaran gcs 7, artinya jauh sekali dibawah normal yaitu 15, kondisi jelek. Waktu papa disentuh dan aku bisikan bahwa kami datang, ada Faiz cucu kesayangan inyik. Papa seperti merespons dengan lenguhan ya.
Ku pandangi tubuh tua tak berdaya terbaring,....sementara ada seorang tua lagi yang menunggu kedatangan anak semata wayangnya untuk menyiapkan dan merawat nenek ku dengan telaten. Ya papa selama 2 tahun belakangan ini merawat ibunya alias nenek kami di Lubuk Basung. Nenek sudah tidak bisa apa-apa lagi selain duduk di kursi rodanya, tiap hari di depan jendela. Papa anak tunggal, tiada saudara untuk berbagi. Selain berbagi waktu dengan mama ku. Aku mengingatkan mama, bahwa beruntung sekali kita sebagai anak yang bertemu orang tuanya disaat senja, dan dia merawat orang tunya itu,..maka surga lah hadiah bagi anak yang berbakti.
Dalam doa ku,..aku bermohon agar diberikan juga kesempatan itu untuk merawat kedua orang tua kami.
Hal yang menghibur disaat ketidak tahuan,harapan, cemas,  ...hadir teman -teman uda yang alumni SMP 4 thn 77 dan alumni SMA 2 tahun 81, dokter2 bekas murid papa berbagai angkatan. Guru SMA 2 yang masih aktif maupun yang sudah pensiun,...teman-teman ku via telpoyn dan media sosial ,...semua mengirimkan doa kesembuhan dan yang terbaik bagi papa. Semoga doa tersebut diijabah oleh Allah SWT.
Yang terjadi tidak perlu disesali, bahwa kami selalu meningkatkan beliau agar jangan lagi mengendarai sepeda motor apalagi keluar kota....tapi tetap saja beliau bersikeras.,....


I

Ayam gulai cabe rawit


Idul Adha tiba. Seperti kebiasaan tiap tahun, untuk santapan sehabis shalat, kami akan makan lontong sayur. Biasanya aku akan membuat gulai dengan sayur nangka muda. Tapi sudah beberapa tahun belakang ini sayurnya menggunakan buncis, wortel kadang ditambah labu siam. Hal ini disebabkan buncis dan wortel ya benar- benar sayuran. Sedangkan nangka muda lebih banyak gasnya maka kurang baik buat kesehatan lambung. Sebagai proteinnya aku akan menambahkan telur puyuh. Gulai dengan bumbu dasar bawang merah putih, kunyit,serai, lengkuas, jahe dan cabe merah. Pernah juga gulai tauco, tapi harus pakai petai....akan terkejut ketika bicara dengan Faiz, mulutnya ikut bau petai,....nah terpaksa niat tauco + petai ditunda dulu.
Lontong atau ketupat tanpa opor ayam terasa hambar. Maka akupun harus browsing sejenak mengingatkan kembali akan bumbu opor. Maklum, masak opor cuma sekali setahun. Kali ini ingin berbeda, opor yang putih pucat kurang menarik, kilatan seperti ayam rebus saja. Bikin sesuatu yang baru saja, pikir ku sesaat hendak membeli bumbu. 
Di rak penjual bumbu tersedia aneka bumbu giling/halus. Ada yang kuning, artinya kunyit, kuning pucat artinya jahe, berserat artinya Laos/lengkuas, putih artinya bawang putih, merah jambu artinya bawang merah, merah menyala artinya cabe  merah dan hijau artinya cabe hijau atau cabe muda. Tinggal tunjuk, si penjual akan menimbang dan membungkus bumbu yang kita pesan. Bumbu rendang sudah komplit, cukup mengatakan berapa kilo daging yang akan dimasak, maka penjual sudah bisa menakar kebutuhan kita. Paling ditambahkan sedikit bumbu kering, kalau suka. Tiga bungkus bumbu sudah masuk tas belanja yang masing2 untuk gulai buncis, rendang dan opor ayam. Karena merubah ide, aku ingin membuat ayam lado hijau bumbu gulai itiak/bebek . Berusaha mengingat rasa bebek tersebut , maka jari ku langsung menunjuk cabe hijau minta 1/4 kg. Sempat melirik cabe hijau yang lain teksturnya agak kasar. Tanpa bertanya lagi aku memantapkan sebungkus cabe hijau masuk ke keranjang belanja. Tuntas sudah belanja keperluan masak-memasak selama satu Minggu kedepan.

Mulailah persiapan memasak, ayam sudah keluar dari kulkas, bumbu-bumbu siap ditumis...creng.....creng.... Selesai....
Aroma harum menitikkan air liur, persis gulai bebek Koto gadang. Sebelum mematikan kompor, aku pastikan dulu rasanya. Slrppp,.....awwwwwww kok pedas buangettt.....Hmmm mungkin kurang garam, pikir ku .Api kompor diperkecil ditambah sedikit garam...Tapi kok masih pedas.? Berpikir keras dan membuka resep aslinya lagi. Tidak ada yang salah...Tiba-tiba teringat akan 2 jenis cabe hijau giling di
 pasar.Jangan-jangan,....ini CABE RAWIT !!!....lol...Lol....LOL (0 0)
Akhirnya, sepanci ayam bumbu gulai bebek ku harus diolah lagi kali ini menjadi opor ayam pedas.....hehehe bisa juga ternyata. Cuma mungkin nilai gizi ayam sudah berkurang.....
Bayangkan saudara-saudara,....pedas yang ruarrr biasa, meleset dari bumbu aslinya gara-gara kurang cermat atau kurang terlatih melihat bumbu. Seharusnya sudah tahu dari bau dan teksturnya dan yang paling penting dalam memasak adalah kepekaan rasa atau felling. 

Sepatu Butut



Heran bin tercengang,...ada apa dengan kaki ku ini. Untuk kesekian kalinya sepatu rusak saat bepergian . Hal serupa terulang lagi, setelah beberapa peristiwa yang memalukan seperti; hak sepatu lepas saat lagi jalan di mal, kait tali sepatu putus ketika selesai menyampaikan pidato perpisahan saat yudisium, sepatu tercecer sebelah waktu masuk ke mobil,  Lebaran tahun lalu,.baru menyadarinya hilang sebelah, waktu hendak turun..lalu Krasak krusuk meraba.
Kali ini ditengah pasar, saat berkutat dengan penjual cabe dan bumbu rendang, tiba-tiba kedua sepatu teplek yang ku kenakan menggembung dan bessss,...kedua nya kiri dan kanan kompak menganga,...

(Jeda,...dengerin lagu" aku yang tersakiti oleh Judika")
Oh Tuhan tolonglah aku hapuskan rasa cinta ku
Aku pun ingin bahagia walau tak bersama  diaaaaaaa......

Kembali ke kelakuan sepatu  yang mempermalukan diriku ,....sungguh terlalu,..tapi aku bersikeras tidak akan melepaskannya dan membeli sepatu baru  saat ini. Alasannya,..
1. Aku tidak mau mengalah begitu saja dikerjain sepatu konyol ini,...( sampai jontor tetap ku injak!)
2. Tidak ada dalam perencanaan, untuk beli sepatu bulan ini
3. Kuat-Kuantan mana antara kaki dan mental...( mental ku lebih jago ternyata, gak ada yg peduli ini,..apakah kaki ku pakai alas atau tidak)

Sampai dirumah,  ..sepatu melayang ke kantong sampah,...telapak kaki kapalan,..peggelll..
(Foto :Internet)




Misteri Cd Nenek


  • Judul tulisan ini memang agak nyleneh, tapi tertuang jadi tulidan dari hasil ngobrol dengan Fira. Sambil lnulis ini pun aku masih geli dan senyum sendiri..(hmm manyuuun).Pertanyaan ku adalah #pernahkah kalian melihat underwear nenek dijemuran?# (bingung nyari tanda kutip di keypad ini,jadi mhn maaf y) Pertanyaan konyol ini akhirnya ditanggapi serius tapi sambil cekikikan. Kata Fira,fenomena kolor nenek bisa dijadikan bahan tulisan. Latar belakang masalahnya apa,.. Jawabannya nenek sering masuk angin,...lalu yg jadi masalah apa ?: Ada ada saja ide Fira... Nenek adalah ibunya papi .Kami tinggal didepan rumah beliau.Sebenarnya anak dan cucunya masih berada disekitar rmh bliau.Paling jauh ya beda kecamatan dalam kota yang sama.Nenek tinggal berdua dgn uncu,anak bungsunya yang masih lajang.Walaupun dikelilingi anak,menantu dan cucu sepertinya nenek kesepian. Kalau makan,biasanya diantar rantangan oleh anak petempuannya. Tidak ada masalah.Kebersihan rumah ada anak yang lain datang sekali seminggu. Untuk urusan ke dokter, pertemuan keluarga,dll anak ke 4 yaitu papinya Fira siap mengantar. Kalau perlu ke luar kota mengunjungi keponakan, ada anak sulungnya yang sudah pensiun,siap mendampingi. Untuk wirid,anak ke2 siap sedia.Buat nemenin ngobrol ada menantu yang sekali-sekali berkunjung, itu bukan aku. Sepintas beliau nyaman dan bahagia. 

  • Suatu pagi beliau datang diantar cucu dari anak ke dua,ke rumah tt Nina. Beliau menangis pamit ingin pergi menyusul atuk.Dalam tangannya tergulung surat tanah,sertifikat rumah untuk disimpan atau digunakan jika beliau tiada.Karuan sorenya yang kebetulan malam minggu,semua anak mensntu dan cucu berkumpul dirumah nenek, kecuali aku. Mereka bersenda gurau menyenangkan hati nenek.Untuk selanjutnya akan disusun jadwal rutin di rumsh nenek Tugas pertama diberikan ke Fira, yang kebetulan mengikuti kelas menjahit

  • . Berhubung nenek punya mesin jahit manual,maka sekalian saja Fira berlatih disana. Wah si nenek senang sekali.Mesin jahit tua itu langsung dibersihkan sambil menveritakan umur mesin ini seumuran p wo yaitu 53 tahun. Nenek juga mengajari teknik menjahit.Nampak dari raut mukanya senaaang sekali bahwa bliau masih jdianggap.(kali ini aku ikut menemani ). Menjadi orang tua tidak berarti doing nothing.ingin berkontribusi dalam kehidupan anak cucunya.Kadang kita salah paham, maksudnya untuk menyenangkan orang tua, tapi malah memenjarakannya dalam kesendirian,menonton saja apa yang dilakukan anak cucu.Kadang malah melukai hati mereka karena tidak dianggap. Minggu minggu selanjutnya bergantianlah fira,ezi dan nisa atau geng faiz yang terdiri dari eva,fajar,dan noval menemani nenek. Kalau para krucil ini sering brrakhir dengan cucuran air mata salah satu dari mereka,atau tak jarang berakhir ricuh.Biang keroknya faiz...Tapi nenek malah jadi terkekeh kekeh dengan ulah mereka ini. Para gadis remaja fira,ezi,nisa lain lagi. Dari sinilah topik cd nenek mengemuka. Pasalnya,tidak seorangpun pernah melihat ada underwear dijemuran nenek.Hihi ada-ada saja pemikiran mereka. 
  • Beberapa asumsi mengemuka, diantaranya nenek tidak pernah pakai cd, tapi pakai celana pendek boxing. In ipun tidak pernah terlihat di jemuran. Lalu asumsi lain menyebutkan nenek memakai celana panjang saja without under. Langsung dibantah engga mungkiiin.Kasak kusuk penyelidikan dengan membongkar keranjang strikaan, hasilnya nihil tidak ada petunjuk. Metode diganti dengan wawancara kepada orang terdekat yakni tante alias ibunya Ezi. Jawaban yang didapat "kalian kurang kerjaaaaan" lalu disusul ketawa ngakak si tante.Alih-alih memberi jawaban, malah menantang geng Fira untuk mencari tahu,dengan kata kunci .."dibalik kain".(yippiee tanda kutip akhirnya kutemukan) Ezi dan Nisa mundur.Tinggal Fira yang masih penasaran. Akhirnya nekat menanyakan apakah nenek punya cd. ..ke papi......karuan si papi langsung emosi,dikira ibunya udah pikun...hihi... Suatu hari nenek bercerita mengenai rambut. Sebagai perempuanharus memiliki rambut panjang.Jika bersisir rambut yang gugur harus disimpan dikantong plastik tidak boleh tercecer diluar, karena bisa sakit.Rambut itu juga bisa ditaruh di kotak penyimpanan uang atau emas :(cek di bank y fira ada berapa kwintal rambut anti tuyul di bank). Kali lain nenek bercerita tentang iklan pembalut.Menurut nenek orang sekarang haid diberitakan.itu hal yang tabu,jangankan pembalut, celana dalam saja tidak boleh dilihat orang lain.....(iyalah nek,kan aurat,gimana sih)tunggu....maksud nenek cd yang tidak dipakai,getooo. Caranya harus selalu disembunyikan dibalik tumpukan baju.Begitu juga saat menjemurnya.Bisa dijemur dikamar mandi,atau kalau diluar rumah,tetap dijemur dibawah baju.(waaah nek,apa ga jamuran tuuh blackspot) Nah akhirnya misteri terkuak,ternyata cd dan temannya selalu diumpetin nenek di balik kainnya. 

  • Nenek memang masih sangat tradidional, walaupun umurnya sebaya mamaku tapi pola pikirnya berbeda. Dalam kehidupan modern ini ternyata nenek masih menyimpan pengetahuan turun temurun yang masih dijaga dan diwariskan ke anak dan cucunya.Syah saja asal jangan bertentangan dengan aqidah.Apapun beliau adalah neneknya Fira,dan dari air susunyalah dulu anaknya yg notabene suamiku tumbuh dengan gagah.We love you ibu dan mama dengan segala perbedaan kalian.

Ingin Cantik


Berawal dari berbagai iklan kosmetik mengenai anti aging dan pembersih flek, maka aku pun "memborong" krim dari berbagai merek, termasuk jadi member salah satu multilevel besar. Tiap malam menjelang tidur , berbagai ritual oles sana sini ku lakukan. Paginya juga disambung ritual cuci muka. Sebelum berbedak di oleskan fondation, kadang berupa cream yang berfungsi sebagai pelembap, pelindung sinar ultra violet, disapu bedak padat lalu ditutup sedikit blush on, supaya ada rona segar di wajah  . Hari lai alas bedak dan pelembap berbeda hingga berlapis lapis krim menempel di wajah Dan senyumpun terasa sulit ku lakukan.
Bertahan tahun ku lakukan, dengan kerepotan karena ingin terlihat cantik. Sampai pada kenyataan di depan cermin besar dan terang, noda hitam dan tahi Lalatt mulai menampakkan diri mereka secara nyata.
 "Wahai cermin,..apakah engkau bermain-main dengan ku, dengan bintik hitam mu dan bayangan gelap dibawah mata ku?"
"Tidak nyonya, engkau sedang diberi tahu  oleh alam, waktu tidak bisa dihentikan"
"Tidaaaaak, cermin,..tunjukkan pada ku, dimana dokter kulit yang bisa menghentikan semua ini."
" di sana disebuah gedung bertingkat ada dokter kulit yang bisa mengatasi, tapi tidak dapat menghentikan alam,...tapi nyonya,..ada syarat yang harus engkau penuhi"
Aku tidak mendengar nasihat si cermin, dan langsung bertengger di vario f1 dengan helm dan jaket jeans, melaju diterik matahari menuju dokter kulit.
Dua jam menunggu giliran dalam ruangan yang dipenuhi wanita dan pria. Ada yang mukanya hitam seperti distempel koin, ada yang penuh jerawat, ada juga yang mengkilap seperti genangan minyak.
Giliran ku pun tiba, aku cuma disarankan rajin mengkonsumsi vitamin,  cuci muka dan jangan pakai alas bedak maupun bedak padat. Untuk keriput, bisa dikurangi, tetapi tidak bisa seperti gadis 17 tahun, sang dokter menyindir. Lalu tahi lalat yang berlomba memenuhi kulit ku ini tidak berbahaya, boleh diangkat ,boleh tidak. Itu sejenis gangguan kulit karena genetika. Benar, mamaku juga punya.entah apalah namanya.
Kalau Botox hanya bertahan 6 bulan, kulit kencang tanpa ekspresi. (Kelihatan o on),
Kalau setrika wajah .?. Sang dokter angkat bahu sambil menggeleng...dokter mengingatkan, jangan berada di bawah sinar matahari jam 11sampai jam 15 . Sebaikknya jangan menggunakan sepeda motor....(ini yang sulit, scara aku masih trauma menyetir sejak menyeruduk truk waktu itu)
Aku memutuskan chemical treatment dan masker saja kali ini. Setelah selesai diawali antrean 1 jam lagi,,,sebelum pulang, aku dibekali cream anti UV , cream malam dan sabun pencuci muka. Di pesankan lagi oleh perawat, agar jangan menggunakan bedak padat untuk sehari-hari.
Satu bulan berlalu, mulai ada perubahan untuk flek dan pori-pori. Maka aku pun datang lagi ke dokter tsb. Ternyata sudah pindah ke tempat praktik pribadinya. Yang ada dokter pengganti yang baru lulus spesialis. Aku membulatkan tekad untuk membuang / membakar tahi lalat. Dokter mengingatkan akibatnya bla...bla...bla....aku bergeming dan selesai........muka perih, lalu  hasilnya .......OMG. ,!!!!....
" cermin,,...engkau bohong,..aku...aku....ohhhhh.....muka ku seperti orang cacar aiiiiiirrrrrr"
Kulit ku yang semula putih jadi bopeng penuh bintik merah,melepuh sana sini........
Telah 3 Minggu berlalu,...kulit sudah pulih,..tapi meninggalkan bekas black spot, seperti penderita cacar dan segurat garis hitam samar, bekas tembakan, didekat mata.....

Yang ku dapatkan, marah suami, komplain anak-anak, olokan teman-teman , dan rasa sesal,.....karena aku tidak bersyukur atas apa yang sudah ku peroleh. Cantik adalah anugerah,......menjadi tua adalah kodrat,.....bersyukurlah dengan apa yang Allah berikan pada kita, walau seburuk apapun menurut kita itulah pemberian Nya.

Populer


Dikalangan artis, popularitas sangat diperlukan. Sebagai penghibur tentu ketenaran atau popularitas dapat menaikkan nilai jual. Bagaimana dengan kalangan biasa?
Ternyata bagi sebagian orang ingin mencicipi popularitas. Lihat saja kaum sosialita, dikalangan mereka popularitas menjadi penting,...buat apa ya?...yaaa pokoknya ngetop sebagai sosok tercantik, sosok dermawan , terkaya, dll.
Lalu ada juga selebriti di dunia maya. Popularitas dilihat dari banyaknya folowersb atau teman..
Kembali ke masa remaja atau zaman sekolah,..menjadi populer tentu sangat membanggakan. Populer kerena pintar, cantik, aktiv berorganisasi, baik hati, pintar bergaul dan digandrungi anak lelaki atau cowok.
. Dimasa kini, sebagian besar remaja pasti mengalaminya. Kalau tidak mau dibilang kuper, alias kurang pergaulan. Sah saja, karena dapat menjadi latihan pendidikan karakter. Digandrungi teman, berarti memiliki intrapersonal yang baik. Populer tapi tidak sombong, berarti memiliki kemampuan mengelola diri yang baik. Populer karena gonta ganti pacar,...wah ini cikal bakal kecerdasan emosi yang labil,..tapi wajar, toh masih remaja
Bertolak dari latihan pengendalian diri disaat muda inilah kunci sukses membawa diri di masa depan. Ada sebuah pepatah menyebutkan, kecil belajar, besar terbawa-bawa, tua terubah tidak. Pas sekali dengan pelajaran hidup. Sikap yang jelek sewaktu kecil, jangan diteruskan, sebab akan susah merubahnya ketika tua.
Termasuk ingin tetap menjaga eksistensi kepopuleran ditengah lingkungan. Tetapi hanya di seputar menggaet perhatian lawan jenis. Wah,.... Wah.....apakah hanya stigma?,.....
Suatu sore, aku ditelepon oleh seorang sahabat lama, yang menceritakan dulu kenapa kami tidak cocok berteman dengan si x,...karena memang tidak nyambung,..katanya...sekarang bukan saja tidak cocok, tapi si x itu jahat,...begitulah kesimpulan sahabat tadi. Lalu terbukalah fakta dan bukti-bukti,.....bahwa si x masih ingin menjadi populer ditengah kawan-kawan lama, terutama di depan lelaki......ooops......dan teman yang mengadu tadi pun dahulu selalu ingin jadi pusat perhatian,...Kini segalanya telah berubah,namun yang terjadi,...popularitas adalah segalanya,.......



Lagi coba-coba ngeblog pakai perangkat lain selain computer,...perlu banyak latihan

Doyan Ngemil

Suatu sore aku ikut nimbrung dalam percakapan ibu-ibu yang sedang ngobrol sambil menunggui anak-anak mereka bermain. Termasuk Faiz didalamnya. Alkisah salah satu ibu menceritakan bahwa suami pembantu kami terlaibat affair dengan seorang janda. Cerita dari si A disambung si B jadi komplit, bahwa sang janda cukup berada (versi ibu-ibu itu) sudah punya cucu. Konon, sipejantan ini dulu termasuk penggemar si janda sewaktu mereka masih bersatu. Sehingga suaminya waktu itu sempat mengancam akan menceraikan. Ternyata niat bercerai tersebut baru terlaksana setelah kematian si suami. Sementara si pejantan sudah merayu istri orang yang lain alias pembantu kami sekarang. Dan berlanjut ke perceraian. Akhirnya mereka menikah. Itu kejadian 16 tahun yang lalu
Cerita terputus disaat azan Magrib.
Kebetulan malamnya hubby juga bercerita ada berita bahwa si pejantan malam kemarin diolok-olok teman-temannya akan menikah lagi dengan janda yang nota bene mantan gebetannya. Wah kerenlah pokoknya.
Si pejantan ini adalah teman masa kecil hubby, yang hingga sekarang masih bertetangga. Nasip mereka jelas berbeda. Si pejantan tidak menyelesaikan SD, hingga jadi preman kampung dengan sekujur badan penuh tato dan punya hobby berburu serta mengadu ayam. 6 bulan yang lalu dia kena serangan stroke. Kami mengira tamatlah riwayat sang preman kampung ini. Tapi dia masih punya nyawa ke 2 walaupun nyaris sekarat. Syaraf menelannya terganggu sehingga tidak bisa menelan dan sulit bernafas.

Masa-masa sakit itu pembantu kami off dulu karena fokus merawat suaminya.
Setelah keadaannya mulai membaik, tentu ekonomi keluarga mereka mulai terganggu karena si pejantan bisa bekerja penuh. Akhirnya kembali bekerja dirumah kami dan beberapa rumah lainnya.
Tiba-tiba saja keadaan yang sudah kacau itu masih diperkeruh dengan informasi dari ibu-ibu tadi. Karena penasaran, aku bertanya langsung ke pembantu, apa cerita yang beredar itu benar terjadi. Alangkah terkejutnya aku,..cerita itu benar malah istrinya akan diusir dengan alasan si istri tidak mau memenuhi hasratnya,....? Bukannya habis stroke,..apa masih mampu??,...memang banyak ulah jantan satu ni...aku jadi geram..dasar otak kotor.
Hubby ternyata nguping bisik-bisik kami di dapur. Beliau punya pendapat berbeda. Katanya keinginan si pejantan tersebut hanya buat ngemil-ngemil saja.. Karena untuk makan besar sudah tidak sanggup yaaah kompensasinya ya begitu... Karuan aku jadi  terpingkal-pingkal,...lah jalan ke satu titik saja bisa belok 30' masih saja mikirin 'salero gadang'. 

Belum sampai sebulan sejak cerita sore itu, terdengarlah kabar si pejantan kena serangan stroke lagi. Kali ini kaki dan tangannya benar-benar lumpuh sebelah,..........apa masih doyan ngemil juga????