Calon Siswi SMA

Sore ini untuk acara parasididina ( penyerahan rapor dan ijazah sementara) Fira mengenakan kemeja putih dan rok hitam langganan plus sepatu sekolah warna hitam . Repot sekali... Semenjak siang Fira sudah mempersiapkan segala sesuatu untuk Farewel Party nya. Dress bunga-bunga dengan bolero borkat warna ungu yang ku jahitkan tahun lalu menjadi pilihan . Terpaksa, karena dalam acara tersebut harus mengenakan dress code berupa gaun. Gadisku yang cantik, sekarang sudah bisa tersenyum senang karena warna kulitnya sudah mulai putih. Sebelumnya kan abu-abu IJAL (indak jaleh) apakah kuning langsat, hitam atau putih merona..Sepatu bertali motif vintage meluncur ke dalam tas kertas. Aku pun tak kalah repot memberi instruksi dan memriksa peniti-peniti,serta menyodorkan bedak, eyeshadow dan maskara. 2 terakhir ditolak fira dengan pandangan "mami ini memang norak". Mobil-mobil telah memenuhi halaman parkir gedung. Terpaksa kami parkir dibagian belakang hotel dekat music rooom/pub. Acara baru saja dimulai. 2 orang MC yang berasal dari siswa kelas 8 sedang membacakan acara dalam bahasa Indonesia dan Inggris. Waktu snack mulai diedarkan ke keluarga siswa, Faiz mulai gelisah menunggu "jatahnya". Acara berlalu dengan membosankan karena sangat formal. Tapi begitu nilai-nilai try out 1- 5 ditayangkan selalu disambut tepukan dan teriakan huuu. Puncaknya sewaktu kepala sekolah menayangkan slide pencapaian UN SMP Cendana,..ruangan jadi gemuruh dengan tepukan dan teriakan siswa kelas 9. Nilai rata-rata UN diatas 8.. Alhamdulilah lulus 100% dengan nilai tertinggi 98 dan terendah 68. Semua jerih payah guru,orang tua dan siswa telah terbayar dengan pencapaian yang baik ini. Semua puas. Setelah shalat magrib berjamaah, siswa akan melanjutkan farewel partynya. Sebagian ortu meninggalkan ruangan termasuk kami. Fira sudah menghilang bersama teman-temannya untuk berganti pakaian. Baru saja kami akan meninggalkan parkiran, Fira muncul dari balik pintu pub...?!!?...rupanya dresnya masih di mobil dan diapun mengambil jalan pintas masuk ke pub supaya dekat dengan kami parkir. Karuan si bapak shock..dan mewanti-wanti agar Fira berhati-hati keluar masuk ruangan. Dan sepanjang jalan,hubby terus mengomel kenapa acara farewel dilaksanakan di hotel untuk anak-anak SMP. (Sudahlah pa .itu sudah dibahas dalam rapat ortu karena RCC tempat yang biasa sedang direnovasi) Jam 10 kami kembali ke hotel untuk mejemput Fira. Dalam ruangan tersebut masih dipenuhi siswa yang bergaun aneka model. distage lagu nya Adelle sedang dinyanyikan Wira dengan sangat bagus. Lalu menyusul lagu aneh dan para remaja yang asyik disco...(apa ya istilah anak sekarang?..) Kuedarkan pandangan, Fira dan gengnya tidak kelihatan. Aku telpon tidak diangkat. Lalu aku tanya guru,..dijawab bahwa Fira ada dikamar bersama Asfi dan Mita..Oh iya, kamar disediakan 2 buah untuk berganti pakaian putra dan putri setelah parasidina. Aku masih menunggu di meja bundar bersama guru dan sebagain orang tua lain sambil menonton atraksi dance ala Jacko. Lalu HP ku bergetar dan suara Fira terdengar menyebutkan bahwa dia sudah duduk di mobil.....ggrrrr.....lewat pintu manalagi nih anak..... Ijazah sudah ditangan, akan mendaftar kemana sebagai calon siswi SMA? Setelah perenungan berbulan-bulan sebelumnya Fira memutuskan memilih SMA negri selepas SMP ini. Berbagai pilihan SMK atau SMA favorit telah dikaji dengan carmat. Siapa yang tidak ingin bersekolah disekolah favorit?,sebenarnya Fira sudah diterima di SMA berakreditas Amat Baik, tapi dilepaskannya..... Dimanapun sekolah, apakah sekolah favorit maupun sekolah kampung hal yang dilakukan adalah bagaimana memotivasi diri untuk mendapatkan achievment . Untuk Fira dipesankan agar ketika memutuskan, pasanglah niat menjadi yang terbaik. Ketika standar disekolah lama misalnya diberi score 8 hanya menjadi rata-rata,..maka ditempat yang baru jadilah siswa berprestasi baik secara akademis maupun non akademis . Masa SMA yang tak terlupakan,...semoga anakku bisa merasakan bahagianya menjadi anak SMA, menjadi remaja yang gembira dan optimis tentang masa depan.........

Sekolah yang Menyenangkan

Tahun ajaran 2011-2012 ini Faiz sudah masuk sekolah negri secara normal. Hari-hari bersekolah dilalui Faiz layaknya anak sekolahan. Pagi jam 6 sudah bangun dan bersiap ke sekolah. Pulang sekolah berjalan kaki, karena sekolahnya dekat. Walaupun secara kecerdasan emosionalnya masih dibawah usia rata-rata, tapi sudah menunjukkan kemajuan yang luar biasa. Sduah disiplin dengan sekolahnya, laporan tindakan kekerasan sudah berkurang, tapi kenakalan dan kejahilannya masih tinggi. Yang paling hebat, Faiz sudah bisa bermain dengan kelompok, artinya sudah bisa menguasai emosinya untuk sesekali mengalah dari teman mainnya. Sementara pencapaian akademisnya sudah banyak kemajuan. Misalnya sudah bisa membaca (dengan terbata-bata ), sudah bisa memahami perintah tapi masih suka seenaknya tidak mau mengerjakan tugas sekolah…(ini masih PR emaknya) Hanya untuk matpel social (PKn dan IPS) Faiz masih bingung apa itu hak dan kewajiban,..olala scara emaknya juga bingung menjelaskan. Lah kok pelajaran kelas 1 mumet begitu. Begitu juga dengan Siskamling, SIM dan KTP,… Mengutip tulisan WIDYA SARI dari sekolahnya orang tua : Anak-anak dituntut untuk mengerti banyak hal pada usia mereka masih sangat belia Anak-anak dijejali dengan begitu banyak materi pelajaran, mereka harus mahir berhitung, membaca bahkan berbahasa asing pada usia mereka yang begitu dini. Sama hal nya dengan tulisan ayah Edi di tabloid NOVA, yang menyebutkan bahwa di Australia, anak SD hanya belajar 3 mata pelajaran yaitu Art, Social dan Science. Dan memilih pelajaran yang benar-benar mereka sukai. Melatih anak untuk mengerti matematika butuh waktu 3 bulan sedangkan melatih budaya antri butuh waktu 15 tahun. Nah, dari hal tersebut bagaimana kebijakan Pendidikan Indonesia bisa mengakomodir kebutuhan pendidikan anak usia dini hingga tercapainya “Bangkitnya Generasi Emas Indonesia”. Seperti tema pidato mentri Pendidikan hari ini di hari Pendidikan Nasional.

Morning with Laugh

Semenjak beberapa bulan belakangan ini, kegiatan briefing pagi tersa menjemukan. Bak anak sekolahan acara dimulai dengan doa, lalu Health environment and Safety dan dilanjutkan dengan usulan atau informasi. Waktu yang digunakan hanya 15 menit namun terasa bagaikan 15 tahun. Hal demikian membuat kami merasa dibawah tekanan dan sering berakibat marah. Teman-teman ku yang lain juga merasakan seperti itu kenapa ya,.....tanya kenapa??? Akibat kekurang nyamanan pagi, suasana tersebut kadang berpengaruh juga pada siswa. Kadang kurang terlayani dengan baik, tuntutan orang tua dan komunikasi yang tersangkut disuatu tempat...yah tidak ada yang abadi kecuali perubahan.. Berbeda dengan pagi ini. Kami seperti mendapatkan energi baru karena bliau-bliau sedang meeting ke Duri. Briefing tetap berjalan sesuai urutannya: Doa, HES dan pagi ini Tausiah. Mengingatkan kembali akan kandungan surat Alfatihah. Memang benar rasa bahagia itu harus dibangkitkan melalui hati. Komitmen akan pekerjaan dilakukan dengan emosional dan spritual yang cerdas. Kenapa kita harus merasa tertekan, merasa tidak dihargai, kecil. Tidak, kita harus mampu mengelola diri kita sendiri dan berbuat baik demi Ridha Allah yang tentunya akan memberi kebahagiaan bagi kita dimana pun berada baik dirumah, dikantor, disekolah dll. Teman-temanku yang hadir pada briefing pagi ini tersenyum dan memulai pakerjaan masing-masing dengan gembira dan bahagia. Apalagi sang OB telah menyuguhkan cangkir-cangkir teh manis hangat dan sekotak besar cake buah (sisa) snack meeting sore kemarin. Deuh sempat2 nya si OB menyimpankan cake ini untuk kami keesokan harinya.. Barakallahu...

Jajanan Sekolah

Ingat gak jaman kita sekolah dulu,...era 80 an Didepan sekolah (SD) berjejer orang berjualan makanan. Ada es tong-tong, Kerupuk kuah, Sutra/gulali, sate, pensi (remis), Roti goreng dengan Es lilin, Aneka gorengan (pisang, ubi, tahu/tempe dan bakwan). Waktu itu mungkin lazim anak-anak yang sering jajan terkena sakit perut atau diare. Bisa jadi tangan-tangan kecil para pembeli itu memang kotor, atau jualan yang tidak higienis. Rasanya masalah HES tidak begitu jadi perhatian. Waktu berlalu, rasanya dari zaman ke zaman kerumunan para pedagang yang mengharapkan pembeli anak -anak sekolah masih ada sampai sekarang. Malahan jenis makanan lebih bervariasi. Ada burger, sate sosis, pempek, bakso goreng, capucino cincau, milkshake dll. Tentu pengalaman dan pengetahuan akan kuliner anak-anak sekarang lebih maju luar bisa ketimbang kita ketika seumuran mereka. Kalau aku ingat pada pengalaman lalu suka senyum-senyum sendiri. Waktu itu kami baru kenal roti keluaran bakery. Yang produksi bakery di kota kecil kami adalah dari etnis cina. Antara percaya dan tidak soal kandungan babi dalam pengolahan roti tersebut kami tidak peduli. Ada sebuah roti yang menarik minat kami yaitu roti bertabur "kelapa". Soalnya roti yang beredar saat itu hanya roti mentega, isi kelapa dan isi cokelat/nenas. Tentu saja untuk membeli sebuah roti gemuk bertabur "kelapa" itu kami harus urunan. Ketika roti sudah ditangan, rasanya tidak sabar ingin segera melahapnya. Yang pertama menggigit, adalah teman ku. "Huekkk...kelapanya basi!" sentak teman ku. Lalu kami mengamati "kelapa" berwarna kuning pucat beraroma susu itu. "jangan dimakan,..." kembali teman ku mengingatkan" Aku yang sudah berlinangan liur tentu menolak seruannya. Dalam hati aku berucap betapa tolol nya diri mu, ini kan Keju. Sejujurnya aku juga belum pernah memakan keju, tapi pernah melihat foto roti bertabur keju dari majalah Bobo langganan ku dan dari buku-buku cerita Lima Sekawan. Hap! satu potongan besar remuk dimulutku , terasa lengket, nikmat sekali. Teman ku tidak berani lagi menggigit roti tersebut. Selanjutnya Roti "Kelapa" menjadi milik ku sepenuhnya. Rasanya saat ini dengan beragam informasi kuliner di media televisi maupun cetak, pengetahuan anak-anak maju pesat akan jenis makanan. Pengalaman akan roti "kelapa" mungkin tidak ada lagi. Tetapi kenakalan para pedagang yang tidak saja meng indahkan masalah kebersihan tapi juga membahayakan konsumennya. Dari tayangan investigasi di Trans TV kita lihat misalnya penggunaan saus pada burger murah, selai pada roti lapis yang terbuat dari bahan sisa pabrik bahkan dari limbah pasar. Belum lagi bakso yang diolah dari daging (tikus) atau daging kadaluarsa. Bagaimana dengan fried chicken?...berasal dari ayam tiren ? Dari mana para produsen mengetahui penggunaan formalin,lilin, borax, pewarna tekstil dan zat kimia berbahaya lainnya?.Dari berita, Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) pusat menemukan fakta mengejutkan: 40 hingga 44 persen jajanan anak yang ada di pasaran tidak sehat dan sangat tidak layak dikonsumsi, karena mengandung zat adiktif (zat tambahan). Jajanan ini dibuat bukan oleh profesional, melainkan industri rumahan yang mayoritas dilakukan ibu rumahtangga, yang diduga antara lain menggunakan zat pewarna tekstil. Betapa jahatnya pedagang tersebut meracuni anak-anak kita. Generasi harapan bangsa yang akan membesarkan nama Indonesia menjadi negara yang bermartabat. Dari pengamatanku pada dagangan didepan sekolah Faiz, beberapa terlihat kotor, penggunaan minyak goreng yang sewarna oli, campuran minuman atas nama coke (yang paling digemari anak-anak), Egg Burger dengan saus antah berantah, Pempek (tepung+ MSG),...duuuh takut ya kalau Faiz ikut makan jajanan tersebut...Sampai saat ini masih untung Faiz tidak suka jajanan tersebut karena dirumah sering diingatkan akan jajanan sehat dan selalu membawa bekal. Ini khusus buat para emak, kembalilah ke zaman emak kita dulu yang sering membuat penganan rumah tanpa msg, menggunakan kaldu asli, menghindari pewarna, rajin inovasi jenis masakan . Demi keluarga, ayo singsingkan lengan daster, (pssst...jangan masak dengan daster tanpa lengan, bisa diprotes KPI hehe...)mari kita MEMASAK.

Urang Bagak ber pelat Merah

Terbiasa dengan berkendaraan taat aturan di dalam areal Chevron, butuh kehati-hatian ketika harus mengarungi jalanan diluar camp. Saat itu aku baru saja keluar gate/gerbang selatan menuju bundaran. Di depan ada rambu lalin yang menyebutkan bahwa harus mendahulukan kendaraan dari arah bundaran. Aku memelankan kendaraan ke arah kanan dengan lampu kanan menyala karena akan berbutar kekanan. Dari kaca spion aku lihat mobil Inova tergesa hendak memotong sambil menghidupkan klakson panjang,..Sepertinya orang itu (merasa) sangat penting . Mobil itu mendahului ku dan mengabaikan rambu-rambu. Angkot dari arah kanan berhenti mendadak, sementara dari arah depan, sebuah truk bermuatan pasir yang akan berbelok kekiri harus berhenti juga mempersilakan "tuan besar" yang duduk di mobil Inova hitam berpelat merah itu lewat. Tentu dalam hati tuan besar itu berkata bahwa jalan ini dibuat untuk dirinya dan kawan-kawannya yang berpelat merah. Begitu juga mobil yang didudukinya serta bensin yang digunakannya itu hanya miliknya serta gerombolannya saja... Ingin ku teriakkan makian untuk "tuan besar" itu, kalau yang membelikan premiumnya itu kita,...rakyat....agar para tuan besar itu bisa berkerja dengan tenang meningkatkan kesejahteraan rakyat dan mengajarkan aturan-aturan yang mereka buat..
Kalau dikampung kita sering mendengar kaum penindas dengan sebutan urang bagak baladiang, yang lain penindasnya adalah urang bagak berpelat merah..Sumpah serapah dari hasil demo kemarin (walaupun tidak simpatik karena merusak aset negara dan fasilitas umum)hendaknya dikirimkan juga untuk urang bagak berpelat merah itu.