A cup of Coffee

Hmmm bukannya latah nih bikin judul mirip2 buku Three cups of tea nya Greg Mortenson, tapi lebih go internasional daripada Secangkir Kopi (pahit).
Membuat secangkir kopi buat suami? apa susahnya sih..Masukkan kopi + gula + kalau suka krim. Atau aduk 1 sachet kopi instant rasa mocacino,capucino atau latte.
Apapun kopinya tinggal seduh air panas.
Simpelkann.Yups!
Sejak 15 tahun yll menikah, acara minum teh atau kopi sore sering kami lakukan jika libur. Kadang aku yang membuat kadang hubby. Kalau aku yang bikin suka dikomentari kurang manislah, atau terlalu encer. Aku sering bersungut-sungut, kalau gak cocok ya bikin sendiri. Dan memang betul kalau tidak mendesak sekali biasanya hubby lah yang membuat sendiri. Kami numpang seruput saja. Kalau semua bibir diberi lipstik, maka sekeliling cangkir akan berlepotan. Faiz juga sebagai penggemar berat (sisa) kopi papi tak kan jauh-jauh dari cangkir sebelum isinya tandas.
Suatu hari ada teman dikantor bercerita bahwa sebagai istri jangan terlalu terlena jika dimanjakan suami. Apa-apa suami bisa mengerjakan sendiri. Mau makan, ngambil sendiri, mau minum kopi/teh/susu bikin sendiri. Hal ini lama-lama membuat para suami akan berpikir, untuk apa punya istri kalau semua dikerjakan sendiri. Lalu jika suatu hari sang suami bertemu wanita yang bersifat "melayani", maka jadilah si suami lebih memilih dirinya dimanjakan dibanding memanjakan istrinya.

Karuan beberapa dari kami yang (menganggap dirinya) kaum feminis, akan protes dengan argumentasi ilmiah sampai membawa Sigmund Freud segala, bahkan menyinggung teori prilaku manusia ...(hallagh ...inilah korban Magister). Namun cerita tadi mempengaruhi pikiranku, karena ingat beberapa nasihat orang tua-tua seperti:
1. Usahakan kasur(seprai) dikamar selalu bersih dan rapi.........
2. Anak tidur dikamar sendiri
3. Perhatikan makannya
4. Sediakan waktu untuk berdua
de el el

Maka sore ini, ketika hubby mengutarakan niat mau minum kopi, aku dengan senang hati membuatkan. Didapur yang tersedia cuma kopi bubuk (kopi bukit apit) stok jika inyik datang. Nah kalau bikinkan kopi inyik aku memang sudah hapal takarannya. I'm a daddy girl. Aku menawarkan ditambahi susu kental manis saja pasti enak. Dan tangan ku bekerja secepat mulutku bicara, langsung mengguyur cangkir yang sudah berisi susu kental manis dan bubuk kopi.Sementara menurut hubby susu nya nanti saja setelah kopi diseduh. Apa daya sudah terlanjur,...............ketika diaduk, dedak kopi naik kepermukaan dan rasanya seperti menelan tanah.

Wah malu-maluin....terpaksa hubby harus membuat sendiri 'lagi' kopinya. Buat mengurangi rasa malu aku terpaksa menggoreng pisang yang lain dari biasanya. Kalau tadi kopi rasa tanah, selanjutnya " pisang goreng Pasir"

Tapi pisang gorengnya nya crunchy....kres..kres dan kriuk-kriuk..Besok tak buatkan kopi yang rasa semen.

Kucing Ku


Kami dikejutkan suara meong yang ramai dari kamar kosong. Seperti yang sudah diduga, kucing yang suka numpang nginap dirumah melahirkan 4 ekor anaknya yang berbulu kuning. Malam itu laci celana dan bekas popk Faiz agak terbuka, disanalah si kucing melahirkan. Cukup mewah untuk kucing yang statusnya kuma ”kucing angkat”. Induk kucing masih kelihatan kelelahan. Kasihan juga untuk menggusur mereka. Kami segera berembug mau memindahkan kemana. Papi langsung menyuruh Fikri menyipakan kardus dibelakang pintu ke arah kebun tetangga sebelah. Tapi Fira tidak setuju nanti anak kucing bisa dimakan biawak. Belum sempat membuat keputusan, Faiz sudah keburu bangun. Dia menandak-nandak girang,...Kucing ku...kucing ku.....

Hari itu kucing tersebut dibiarkan tidur dalam laci. Faiz menyelimuti anak-anak kucing dengan selimur bayinya. Induknya pun kebagian jatah roti isi telur, yang sayangnya hanya di endus saja.Induk kucing lebih memilih mengaduk tempat sampah mengumpulkan sisa kepala ikan atau tulang-tulang. Sebelum berangkat sekolah Faiz bolak-balik menyapa ke 4 ekor anak kucing itu.

Siangnya Faiz mengangkat laci tersebut ketika induk kucing sedang cari makan keluar. Laci dibawa kejendela untuk memamerkan anak kucing baru pada Eva dan Naufal. Dari balik jendela kedua sepupu Faiz menatap kagum. Lalu masing-Maing menceritakan pangalaman mereka mengurus anak kucing , kebanyakan cerita masih berupa ilusi, antara akan dan kenyataan. Eva mencoba memegang salah satu anak kucing. Faiz jadi marah lalu menyimpan ke 4 anak kucing tsb dalam laci tempat tidur . Satu persatu bayi kucing itu berpindah kelaci tempat tidur berisi buku-buku baru . Ini yang mencurigakan Fira kenapa buku-buku baru berada diluar laci. Setelah laci dibuka membuat Fira menjerit ngeri kerena ada makhluk berbulu kuning bertumpuk-tumpuk didalamnya. Fira memang agak phobi dengan kucing.

Kembali bayi kucing berpindah ketempat semula. Esok paginya Faiz menyatakan tidak akan ke sekolah, karena akan memandikan kucing dengan shampo dee dee. Kucing-kucing ini bau kata Faiz, masih suka ngompol. Memang kamar kosong yang sering dipakai buat nyetrika dan menumpuk makalah, bahan jurnal dll ini agak bau sejak kelahiran kucing. Aku juga sering jijik kalau masuk apalagi ada kain-kain bekas si kucing melahirkan.Membayangkan Faiz akan mencelupkan bayi kucing satu persatu ke ember membuatku merinding sekaligus penasaran apa yang akan terjadi. Tapi niat Faiz urung setelah dinasihati bahwa cara kucing mandi berbeda dengan manusia. Kucing dimandikan induknya dengan menjilati saja. Kalau manusia harus pakai air dan sabun.

Masalah tidak selesai begitu saja. Sekarang siapa yang mau mengangkat kain-kain yang sudah bau ini ke belakang.? Fira jelas tidak mau, sama kucing saja takut, Fikri tidak begitu terkesan dengan kehadiran bayi kucing. Aku? Oh No!....jijay.....Faiz....ya.... dengan senang hati memunguti kain-kain itu dan memasukkannya ke mesin cuci!!!! Dan anak kucingnya??? Laci itu ditelungkupkan Faiz membuat bayi-bayi kucing terkurung dan induknya meraung-raung mengais laci. Akibatnya Faiz kena marah papi, diancam mau dikurung juga dikamar mandi. Kasian juga sebenarnya maksud Faiz bauk supaya bayi kucing tidak kedinginan,...tapi caranya yang tidak tepat.
Waktu aku memeluk Faiz yang menangis terisak-isak aku contohkan juga mama kucing akan sedih kalau terpisah dengan anaknya. Begitu juga bayi kucing tidak bisa dipeluk mamanya seperti Faiz dipeluk mami.. Sejak itu induk kucing langsung memindahkan anak-anaknya kekolong tempat tidur, mudah-mudahan secepatnya dipindahkan lagi keluar rumah, supaya nasip ke 4 anak kucing itu tidak berakhir tragis ditangan Faiz

Permen cokelat Lolipop

Hari itu kami khususnya panitia acara Masa Bakti di Hari Guru sibuk Gladi Kotor , menata lay out, dan persiapan pameran lukisan dan foto. Sebenarnya masing-masing seksi sudah bertanggung jawab dengan bagian tugasnya masing-masing. Riko di dekorasi dan pameran sudah mengerahkan sejumlah siswa SMA untuk memajang lukisan serta foto-foto. Begitu juga guru-guru kesenian dari TK sampai SMA menurunkan timnya.
Aku dan k’ Erni yang baru sembuh dari sakitnya memastikan acara akan berlangsung dengan baik. Untuk itu kami juga bolak-balik mencari snack untuk siswa dan gurunya ini. Walaupun seksi konsumsi sudah menyediakan makan siang tapi pagi itu siswa tersebut perlu di doping sepotong donat dan segelas air mineral juga.
Ternyata jumlah siswa dan gurunya lebih dari 100 orang. Kami cuma dapat 50 buah roti isi dan donat. Terpaksa kami cari lagi ke Commissary dan menemukan roti bolen dan donat mini. Lumayanlah bagi siswa SMP dan SMA mendapat jatah roti isi karena lambung mereka lebih gede. Sedangkan yang di SD dan TK kebagian mini donut. Tapi dasar si kakak yang di SMP over acting mereka merengek juga minta mini donut bagian anak TK. Payah nih bendahara bisa tekor, mana bendaharanya juga gak tegaan.
Balik ke kantor ada kotak bersampul Republika, tergeletak di meja. Ku baca pengirimnya HONESTY RASYID.....Ow...ow...ow...ownernya dapur ikobana mengirimkan sekolak lolipop cokelat bergambar tokoh kartun . Walau pun kotak pengirimannya bekas kotak sepatu Young Kids, gak jadi masalah,..tapi saran buat Bunda Hones kalau ngirim ke yang lain jangan pakai kotak sepatu yah.....pelanggan bisa komplain berat loh....hehehe..Faiz yang baru pulang sekolah langsung meraup sepuluh batang , katanya buat teman-temannya...Ohooo tidak nak,..jangan semua ambil 3 saja untuk Rafi,Nugi dan Aisyah. Tak butuh waktu lama sebuah coklat bergambar dora berpindah ke perut faiz. Sampai rumah sudah habis 3 biji. Terpaksa sisa coklat tersebut disembunyikan ke kulkas, dengan wadah lain.
Indahnya persahabatan alumni. Padahal waktu SMA aku tidak begitu kenal dengan bliau,.tapi kenal dengan suaminya. ”penemuan ” kembali dengan cara yang unik di facebook...Thanks a lot ya bung Pesbuk,...banyak tali pertemanan telah terjalin kembali. Buat Hones dan Tris..rukun selalu ya..kalian pasangan yang dermawan...salam dari F3 (Fikri, Fira,Faiz) . Kapan-kapan si mami pengen belajar bikin sendiri coklat loli bergambar F3 (sayangnya di P.Baru edibel print nya muahhhhaaaaal)

Sekolah Lagi


Akhirnya Bu guru Faiz nelpon setelah Faiz gak sekolah selama 10 hari. Kami diskusi bagaimana trik supaya Faiz mau sekolah lagi. Beberapa rencana disusun ada rencana A, mengajak Faiz sekolah karena kebetulan teman sekelasnya Naia ulang tahun. Kalau gagal rencana B buat seolah-olah Faiz yang ulang tahun, aku nyiapain bingkisan snack ulath tanpa kue tart. Rencana C sebagaimana saran psikolog sekolah, bawa Faiz berkunjung ke rumah bu guru dan teman-teman sekelasnya, dengan tidak membicaraka masalah apa yang terjadi sebelumnya.

Ketika pagi tiba, Faiz masih emoh sekolah. Aku yang sudah berangkat kerja pesimis rencana A bisa terealisasi. Tapi hubby sudah menyiapkan jurus baru yaitu membujuk Faiz datang kesekolah tanpa seragam hanya untuk main ayunan dan perosotan saja. Sengaja hubby hari itu membolos. Rayuan ini berhasil Faiz sampai disekolah ketika anak-anak lain hampir masuk kelas. Aku menyusul ke sekolah karena kado buat Naia belum disiapkan. Kado darurat yaitu selembar uang yang dimasukkan kotak bekas clip paper diberi sampul dan diber pita bekas undangan,..lumayan cantik.

Aku dapati Faiz sudah masuk aula tempat acara ultah dilaksanakan. Faiz duduk dibarisan depan mengenakan kostum yang membuat mataku hampir meloncat....Mengenakan celana dan baju main di rumah....urrghhh... celana hitam yang mulai dekil dan sangat pendek lalu bajunya sudah kekecilan plus sandal kulit. Ini kostum fafit yang selalu dipakai Faiz dirumah, cuci - jemur - setrika. Tapi tdk masalah karena jurus ini ternyata berhasil. Faiz tersenyum senang dibarisan depan. Ikut bernyanyi sewaktu Naia tiup lilin diatas kue tart 2 tingkatnya. Dan pulangnya membawa 1 tas, cupcake berhias, kue ber "edibel print" dengan wajah Naia lalu sekotak nasi kuning komplit.

Hari ini Faiz sudah sekolah. Baru sampai koridor teman-temannya 3 orang menyambut. Mereka antusias membujuk Faiz, mengajak Faiz main dan menunjukkan foto-foto dan gambar-gambar baru di mading sekolah. Alhamdulillah semua sudah normal lagi.

Sakitnya Kompakan

Pulang , turun dari bus sekolah Faiz datang sambil bercucuran air mata, Faiz mengeluhkan habis dipukul bu guru. Aku tanya kenapa tangisnya makin kencang. Dibujujuk makan es krim Faiz menolak. Dibelikan sebungkus besar permen pun Faiz gak mau. Katanya nanti aja makan dirumah. Kalau ditanyai bagian mana yang dipukul bu guru, jawabannya selalu berbeda-beda,... dikepala, nanti di kaki,..berikutnya ditelapak kaki,...wah lebih aneh lagi,...gimana cara bu guru mukul telapak kaki.Tapi yang diulang Faiz sambil terus menangis adalah kepalanya pusing. Aku raba suhu tubuh memang panas.
Sampai dirumah diukur suhu tubuh, ternyata 39,4. Tapi kenapa ya,..kok tiba-tiba demam, apa iya dipukul bu guru,..tapi masak iya??? walau Faiz nakan gak mungkin bu guru main pukul sampai anak seperti Faiz bakal nangis tersedu-sedu. Alih-alih dipukul bu guru malah bu guru yang kena tonjok Faiz duluan. Sampai malam panasnya gak turun-turun. Kami mulai menganalisa sampai ke cerita di BAB Faiz paginya, ada biji rambutan. Langsung deh ke dokter.
1 jam setelah minum obat dokter sambil dipijat dengan minyak telon, keluar bau ....yang bauuuu sekali dan croooott.....diikuti isinya. Semua yang berkerumun membelai-belai Faiz, Bang Fiki, Kak Fira bubar,...Faiz aku angkat ke kamar mandi,..tentunya aku hampir mabuk...Alas dan lantai diceceri " si coklat leleh". Semua pintu dan jendela harus dibuka buat ngilangin bau, seprai segera dicuci, lantai langsung dipel . Pokoknya berempat kami harus segera kerja bakti. Nyebokinnya ampiiiuuuuun dweh...mau mun-mun. Hubby yang kebagian nyuci seprei + celana tak kalah mabok. Apalagi Fiki yang kebagian melap cecerannya dan mengepel, ribut karena bagiannya lebih banyak dari Fira. Fira yang paling enteng cuma kebagian merapikan dan menyiapkankan handuk dan pakaian ganti Faiz.
Tapi dengan acara mencret ini suhu tubuh Faiz berangsur-angsur turun. Malam itu dipakaikan diapers dan masih 3 kali lagi harus membongkarnya kekamar mandi. Tengah malam mati lampu, Faiz juga minta pub lagi. Tapi kok seperti ada darah?????
Sampai pagi aku berjaga-jaga gak tidur tiap sebentar periksa jangan-jangan ada darah lagi?...dalam remang-remang lampu emergency,..akhirnya menjelang jam 6 aku ketiduran.
Terpaksa hari ini bolos kerja krn harus nungguin Faiz dirumah.

Waktu aku mau berangkat kekampus diantar hubby, dia mulai mengeluh sakit perut. Selesai kuliah jam 10 aku tidak dijemput, mana HP tertinggal dirumah. Terpaksa numpang lagi dengan bu War. Ini kali yang kesekian karena hubby sering ngeles kalau menjemput. Dirumah aku pasang muka perang dan aksi diam. Beberapa kali aku antara sadar dan tidak melihat hubby bolak balik ke kamar mandi,..bodo!!! aku ga nanya, masih sebel soalnya. Itupun masih dengan gelap-gelapan krn di Pekanbaru sedang krisis Listrik tingkat tinggi. 9 - 30 jam tanpa listrik. Bayangkan dongkolnya aku jadi bertubi-tubi. Hari itu giliran hubby kena diare.

Pulang sekolah Fira juga demam dan diare. Lalu mag ku kumat lagi. Padahal gak telat makan, gak makan cabe atau minum soda. Maka berbondong-bondong lah kami ke rumah sakit kecuali Fiki. Di kasir, petugas memanggil dengan sebutan "Keluarga Nyonya Ewida..." dan 4 rangkap resep yang harus ditebus.Dengan terpaksa aku harus menghentikan acara minum capucino...cofeelate,..mocacino...kopisusu dan ngeteh dulu...karena kopi dan teh tidak baik untuk pencernaanku (lambung dan usus)belum lagi serenjeng nama-nama buah faforitku terutama DURIAN...........ohhhhh.... mana lagi musim durian dan rambutan...hik-hik-hiks

Safari Buka Bersama

Tradisi dari tahun ke tahun adalah acara "Buka bersama". Kali ini bukbernya beriringan tanggal. Mulai tanggal 4,5dan 6 September 2009.
Tanggal 4 September bukber dikantor bersama para kepala sekolah dan pengaurus Yayasan. Persiapan panitia tidak berlebihan tapi menunya enak banget. Ada ayam suwir, Dendeng, sop kimlo dan gado-gado. Menu tajilnya ada es teller dan kue-kue asin dan manis. Panitia memilihkan kue Sus buah 2 tangkup yang gede, ditambah kroket, dan entah apalagi yang ukurannya jumbo.Sebelum buka semuanya jadi keliatan super jumbo.

Sore jam 5 peserta sudah mulai datang langsung ke mushola untuk mendengar tausiah. Ustad sudah ulai duduk di mimbar. Tausiah hari itu mengenai safaat dari Alquran. Diterangkan minimal harus membaca 2 juz surat dalam sehari sehingga diakhir Ramadhan bisa meng khatamkan Alquran. Selama Ramadhan atau bulan yang penuh berkah ini amat sayang jika kita melewatkan 1 keabaikan saja. Banyak berzikir dan baca Alquran. Menurut ustad tersebut nanti di padang masyar yang jarak matahari hanya sejengkal, apa yang akan melindungi tubuh kita dari teriknya matahari. Maka jika kita rajin membaca Alquran, memahami maknanya dan mengamalkannya maka kita akan dipayungi oleh Safaat Alquran.

Akhirnya azan maghrib berkumandang. Berarak-arak kami ke meja prasmanan. Gelas-gelas teh manis hangat dan es teler berpindah dari meja ketangan -tangan peserta. Seteguk demi seteguk yang penuh syukur karena kami telah menyelesaikan kewajiban berpuasa hari itu. Piring-piring kertas sudah mulai terisi kue-kue. Aku melihat peserta sangat antusias menumouk kue-kue ke piring mereka. Masa Allah apakah kue sebanyak itu tidak membuat mereka kekenyangan sebelum pindah ke menu utama. Tuuh benarkan? karena waktu Magrib sangat terbatas kami juga harus shalat berjamaah. Dengan "terpaksa" teman-teman meninggalkan piring dengan kue yang masih bertimbun didalamnya. Mubazir.

Sesuai dugaanku ketika selesai shalat kami mulai santap malam, suasananya jadi tidak seru lagi karena masing-masing sudah kekenyangan. Maka panitia pun tersenyum puas. Berpanci-panci lauk akan segera dibagi kedalama plastik 1 kiloan untuk panitia yang telah menyiapkan segala sesuatu nya agar acara sukses.Bravo panitia,...kue susnya enak banget.

Tanggal 5 September bukber di kampus. Jam 17 30 aku sudah sampai tapi baru 5 mobil yang terparkir. Aku yang diantar suami dan anak-anak keliling dulu mencari tempat buka terdekat untuk keluarga ku yang pasti harus dekat mesjid kampus juga. Balik lagi kendaraan cuma nambah 3..tapi didalam ruangan ternyata acara tausiah kultum sedang berlangsung. Dengan agak malu-malu aku menyusup diantara ibu-ibu yang belum aku kenal. Kuedarkan pandangan, aku dapat mengenali 3 orang..tapi itu tidak lama 30 menit berikut aku sudah terlibat bisik-bisik kiri dan kanan...heibohhh.

Tajil sore itu bubur kacang hijau campur kolah pisang,....mmm.....mmm???!!****. Menu makan malam ,..What??? ada petai,...tak terkira bau mulut besok siang kalau ikut menyantap menu ini. dan uuurrrghhhh.......oh NO!...no comment
Yang paling seru adalah kembali acara membungkus lauk dan kue dan aku masih kebagian...hehehe panitianya sangat baik hati.

6 September 09 Berbuka bersama anak yatim,.. mudah-mudahan anak-anak ini bergembira karena mereka membawa 3 amplop berisi uang. Ibu-ibu warga telah menyiapkan tajil, ada yang nyumbang es buah, kurma dan nasi kotak. Malam itu berlanjut dengan nuzul Quran sampai jam 12 malam.

Jejak Reuni HUT Emas SMA 1 Bukittinggi



Kamis siang tgl 23 Juli 2009,..satu persatu kami datang ke sekolah yang sudah 21 tahun kami tinggalkan. Gedungnya masih sama, tapi ada beberapa tambahan bangunan dan pengalihan fungsi ruangan. Arah depan telah dibuka jadi lobi utama sekolah. Sementara dari samping kiri dan kanan masih dengan pintu besi masih seperti biasa.Di halaman belakang berdiri tenda besar dan pentas serta peralatan musik. Halamam dan dinding penuh dengan spanduk dan baliho Selamat datang alumni, HUT Emas, umbul-umbul dan tak ketinggalan marawa khas kota kita. Di tengah kota pun banyak baliho besar bertuliskan selamat datang alumni. Semua alumni yang datang registrasi di meja panitia , ditunggui adik-adik kelas yang manis-manis.

Acara “datang tampak muko” yang diadakan di tenda besar belakang sekolah dihadiri Bpk walikota Bukittinggi yang juga alumni SMA1 serta angkatan 60 an yang sudah sepuh. Kami bertemu ibu /bpk guru: bu Yusra Aini,Gustin,Nengsih,Marnida, Pak Baktar,Ermondri,Hokriwal,Nazarudin,Firdaus (guru sejarah) ,..Angt 88 yang sore itu datang Defiandra, Ewida, Syafitri,Dewi F,Adriani,Azmiati, Beny Azis, Yuselfanis,Aidil Fitri,Deni E, Surya Samudra (Cun) dll berkeliling ke kelas sambil bernostalgia menirukan gaya mengajar guru dan kejadian-kejadian yg unik. Meja kelas masih sama yaitu meja kayu yang sering kita coreti lalu dicat lagi..(mungkin sudah diganti tapi masih meja kayu) ruangan kelas ini belum layak untuk kelas SBI.,.dengan hiasan kelas yang menurut saya kurang enak dipandang. Acara resminya motivasi siswa oleh beberapa alumni sukses spt Firdaus 87

Malamnya berlanjut ‘ngupi-ngupi’ di bawah jam gadang. Malam itu di Bukittinggi gerimis dan terasa dingin.Peserta yang hadir diatas 30 orang. Kami berkenalan lagi sambil mengingat-ingat siapa dan wajahnya seperti apa 20 thn yg lalu….diantaranya ada Andy kaliang,Dhames, Yurizal .. Jam 12 malam setelah berfoto-foto dibawah jam gadang saya, Deni, Pis dan Nursal Fitri pamit pulang, sementara teman-teman lain meneruskan makan durian sampai jam 2 pagi, Sementara itu disekolah juga berlangsung “welcome party” sampai jam 1 malam

Jumat pagi tgl 24 Juli kami latihan basket di Lapangan Kantin –Sudirman, rencananya apak-apak menantang anak SMA1 dan amak-amak menantang angkt 79….Lah takepoh-kepoh induak-induak ko balari..tapi banyakan masih kurus-kurus spt Finna, Deni,Mimi,Wid ,Ad, Awi 89 yg juga istri Dhames dan Mira 92 istri Mbut Defianra…boleh dibilang masih “amuah balari” Cuma cepat sesak nafas…Selesai main basket mampir dulu di Simp Raya, manggasak teh talua

.Siangnya saya tidak bisa ikut bertanding karena harus bergabung dengan IASMA Riau. Tapi ternyata yang jadi tanding cuma bapak-bapak. Acara disekolah adalah pertandingan permainan tempo dulu seperti potok lele, galah,tali merdekadll. Untuk siswa Presentasi Mind Map (Metode belajar cepat,paling canggih) oleh Johand Yoga 84, Bedah buku Biografi Bpk.Sunaryaman Mustofa, Shalat Jumat bersama dng Khatib Tarmizi Firdaus di Mesjid Al-Akram yang dibangun alumni. Mulai hari ini los lambuang pasar ateh pindah ke korodor kiri dan kanan gedung belakang sekolah.. Sore jam 16, juga diadakan Rakernas IASMA . Angt 88 diwakili oleh Aidil Fitri hasilnya nanti akan dilaporkan oleh ketua.
Malamnya acara temu kangen alumni yang diisi dengan penampilan dari Iasma Riau membawakan tari indang dan lagu-lagu minang, yang diikuti oleh angt 60 an 70 an dan 80 an, penampilan Iasma Sumbar, penampilan perangkatan. Angkt 88 akan menyanyikan lagu top tn 88 nyanyinya Ikang Fawzi, tapi setelah saya dan Mimi browsing tidak menemukan lirik lagu tsb.(belakangn baru tahu ternyata Saf sudah menulisnya di millis). Akhirnya kami 88 batal tampil karn menunggu giliran terlalu lama. Malam itu wajah baru 88 banyak yang datang diantaranya Azizah Anas, Disenova,Lis, dll, kami melanjutkan ke pujasera di Bypass. Bintang malam itu adalah Joko Nawolo,.yang sekarang penampilannya lebih macho, tidak lemot lagi ( hihi sorry mas Joko)..Joko bergoyang samba…ai yaya…semua turun ,..duet Joko dan Nansy Suryati ..”cogok mancogok lah diak……..” serrru abis. Acara berakhir jam 1 malam.

Pagi Sabtu sebagai puncak HUT emas adalah pawai keliling jl tengah sawah, Sudirman, bioskop sovia, hotel hill, terus ke tembok,rumah potong,pasa banto, simp Mandiangin, lambau kembali ke SMA. Sepanjang jalan kami bertukar heboh dengan berbagai angkatan. Foto-foto sepanjang jalan.Saling ledek dengan berbagai angkatan, terutama angt 87 krn yang hadir cuma 10 orang. Sesampai di the hill angk88 memisahkan diri berkumpul di tangga the hill menonton pawai. Rombongan sepuh dibawa dengan bus terbuka. Band SMA dalam bus XL sebagai sponsor. Waktu band ini dekat kami semua 88 ikut bergoyang ria (lupa diri.com)…Serasa ABG lagi.

Sekembalinya peserta pawai acara dilanjutkan selingan lagu2 siswa dan alumni, main kim. Lembaran angka-angka dibagikan. Permainan dipandu UWO,…peserta antusias mengikuti dan menyimak angka yang disebutkan uwo. Menu makanan tradisional dilos lambuang ada kerupuk kuah, katupek kapau, cendol, lupis, pisang kapik, nasi kapau . Untuk nasi Kapau ini kami dibawa Nancy 89 istri Andi 88 ke Kapeh Panji..ipar yang baik bersedia mengantar kami makan siang. Acara lain bakti sosial operasi katarak, sunatan , donor darah, Promosi pariwisata, Lounching Mahligai Hidup dan lounching BPR.

Malam puncak acara diadakan di Convention hall Bung Hatta. Teman-teman yang baru datang Minda,Dina,Tedy Fawzi dan Ikhsan Husein. Jam 10 30 kami meninggalkan gedung menuju hotel Pusako untuk ngupi-ngupi (padahal yang diminta jus buah). Diiringi Keyboard, Minda,Nensy,Mimi ,Al, Patres dan Tedy unjuk kebolehan lagu era80 an: killing me softly duet Patres dan Wid , Surat cinta oleh Nensy, My way oleh Al. Malam itu ada 5 dokter yang ikut mangguncang hotel pusako.. Saya geli melihat I (Ikhsan) ikut berjoget agak canggung,…dipancing lagu kopi dangdutnya nensy…hati 2 saja I ntar kakimu patah lagi….Malam itu ada bbrp teman ketinggalan informasi tetap kongkow di The Hill,..akibatnya besok paginya mereka pada protes..apalaagi si Adek yang paling jengkel krn saya tidak menginformasikan …malahan saya tidak menjawab smsnya

Belum hilang kantuk pagi Minggu tgl 27 sebagi acara penutup 88 outbond di Ngarai Sianok. Kami sunguh terharu atas usaha teman-teman yang di Bukittinggi mewujudkan acara ini hingga sukses. Saya tidak tahu lagi siapa lagi nama teman2 baru apakah 88 atau 89 karena 89 juga bergabung diacara ini. Hanya warna baju saja yg berbeda kita adalah 1 sebagai alumni sma1. untuk acara reuni hut emas, secara langsung angt 88 memang belum banyak kontribusinya tdk seperti angkt senior….Insya Allah 5 atau 10 thn lagi ada diantara kita yang mau berkontribusi ke SMA1 memberikan sumbangsih tenaga dan pikirannya demi kemajuan SMA1.

Sekali lagi sukses acara 88 berkat teman2 yg di Bukittinggi,..terimakasih Patres (gak ada lo ga rame) ,Benny A (yg 3 hari ini bersama Susi meninggalkan anak2nya), Benny F , Geni ( yang sempat2nya masak agar2) dan teman-teman dibalik layar yg ikut mensponsori kita…..untuk outbondnya, acr di htl Pusako dan Pujasera…(anggap makan goreng di lapau kudo)